Tour ke 6 Negara di Eropa
Setelah anak-anak lulus sarjana, kami susun rencana jalan-jalan bersama yang mungkin menjadi yang terakhir, sebelum mereka sibuk dengan pekerjaan dan rumah tangganya sendiri nantinya. Jadwal jalan-jalannya menyesuaikan jadwal cuti si sulung yang sudah bekerja di Kalimantan.
Kami berangkat hari
Sabtu 30 November 2024, dengan flight Qatar Airways rute Jakarta-Doha dan
Doha-Paris. Jam 18.00 kami boarding dari bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Penerbangan dari Jakarta ke Doha selama 8 jam, kemudian transit di Doha 2 jam,
dan dilanjutkan Doha ke Paris selama 7 jam. Jam 06.30 kami sampai di bandara
Charles de Gaulle, Paris.
Hari ke-1
Setelah menyelesaikan
urusan imigrasi dan pengambilan bagasi, kami membersihkan badan dan ganti baju
hangat di bandara. Jam 09.00 kami naik bis menuju pusat kota Paris. Tujuan
pertama kami adalah Arc de Triomphe.
Arc de Triomphe adalah
monumen di jantung kota Paris, yang merupakan titik pusat dari 12 persimpangan
jalan. Arc de Triomphe berarti Gapura Kemenangan, yang dibangun oleh Napoleon
Bonaparte pada tahun 1806, untuk mengenang kemenangan Perancis pada pertempuran
Austerlitz.
![]() |
Arc de Triomphe |
Dari Arc de Triomphe,
kami berjalan kaki menyusuri Champ de Elysees, yaitu sebuah jalan yang paling
terkenal di Perancis. Di jalan ini terdapat pertokoan merek-merek terkenal, di
antaranya Louis Vuitton. Terlihat antrian panjang untuk masuk ke toko-toko.
Pada saat kami ke sana, jalan sedang ditutup karena ada pertunjukan seni.
Selanjutnya kami ke
Museum Louvre, sebuah museum yang paling terkenal dan paling banyak dikunjungi
di dunia. Pengunjung museum Louvre dibatasi 30 ribu orang per hari. Antrian
masuk museum selalu mengular sepanjang hari. Dibutuhkan waktu 1 sampai 2 jam untuk
masuk ke museum ini.
![]() |
Museum Louvre |
Bangunan tempat Museum
Louvre berada pada awalnya adalah istana raja, yang pertama kali dibangun pada
abad 12. Pada tahun 1682, bangunan ini mulai digunakan sebagai museum, karena
Raja Louis XIV pindah Istana Versailles.
Di museum ini kami hanya
berfoto di halamannya, untuk masuk ke dalam museumnya kami jadwalkan besok
pagi. Kami makan siang di area museum, di sebuah restoran Thailand, sambil
mempelajari cara masuk ke museum.
Setelah dari museum,
kami menuju ke Grande Mosquee de Paris atau Masjid Raya Paris untuk shalat
Dhuhur dan Ashar. Masjid ini adalah masjid terbesar di Paris, yang didirikan
sebagai tanda terima kasih kepada pejuang muslim yang membantu Perancis dalam
Perang Dunia Pertama. Diresmikan penggunaannya pada tahun 1926.
![]() |
Menara Eiffel |
Selanjutnya kami ke
Menara Eiffel, yang merupakan ikon kota Paris. Menara Eiffel dibangun pada
tahun 1889, mempunyai ketinggian 325 meter, yang menjadi bangunan tertinggi di
dunia sampai dengan tahun 1930. Menara Eiffel ini dapat dinaiki dengan membayar
tiket masuk. Menara Eiffel dihiasi dengan lampu-lampu dan permainan Cahaya pada
malam hari.
Sebagai acara terakhir
di hari pertama ini, kami menaiki kapal menyusuri Sungai Seini. Dermaga kapal
berada di dekat Menara Eiffel. Sungai Seine adalah sungai besar yang membelah
kota Paris. Sepanjang Sungai Seine berdiri bangunan-bangunan kuno yang indah.
Hari ke-2
Pada hari kedua ini
focus jalan-jalan kami adalah mengeksplor Museum Louvre dan ditutup dengan
melihat pusat perbelanjaan di La Valle Village. Kami menginap di Hotel Ibis
Porte D’Orleans, sekitar 6 km dari Museum Louvre. Untuk menuju Museum Louvre,
kami naik taksi online Uber dengan tarif 19 euro.
Kemarin kami sudah
pelajari trik-trik masuk ke Museum Louvre, baik melalui internet maupun survei
langsung ke lokasi, khususnya untuk menyiasati antrian yang panjang. Museum
Louvre ini sangat luas, jadi perlu persiapan yang matang untuk mengunjunginya.
Pintu masuk Museum
Louvre ada dua. Pintu utamanya adalah pintu Piramid di tengah halaman Museum
Louvre. Pintu lainnya adalah pintu Carousel di bawah pertokoan Museum Louvre,
yang tidak terlihat dari luar. Antrian di pintu Piramid adalah outdoor,
sedangkan pintu Carousel adalah indoor.
Kedua pintu ini
antriannya sama-sama panjang, tetapi pintu Piramid jauh lebih panjang
antriannya dibanding pintu Carousel. Normalnya antrian masuk Museum Louvre
adalah 1 hingga 2 jam.
![]() |
Di dalam Museum Louvre |
Kami sudah membeli tiket
Museum Louvre dua hari sebelumnya, dan mendapat jadwal masuk jam 10.30. Harga
tiket Museum Louvre di website resminya adalah 22 euro per orang. Ini adalah
tiket untuk umum, sedangkan untuk warga negara Eropa tidak dikenakan biaya.
Museum Louvre buka jam
09.00. Pagi itu kami sampai di Museum jam 10.00, dan antrian di pintu Carousel
sudah cukup panjang. Kami mengantri sekitar 30 menit, sesuai jadwal kami masuk
Museum jam 10.30.
Kami langsung menuju
lokasi lukisan Monalisa, yang merupakan maskot dari Museum ini. Hampir semua
pengunjung Museum Louvre tujuannya adalah untuk melihat lukisan Monalisa,
sehingga antrian pun tak terelakkan.
![]() |
Antrian Melihat Lukisan Monalisa |
Lukisan Monalisa adalah
lukisan karya Leonardo da Vinci, pelukis Italia, pada abad ke-16. Lukisan ini
adalah lukisan paling terkenal di dunia, dengan harga ditaksir Rp. 13 trilyun.
Namun ternyata ukuran lukisan ini kecil saja, hanya 77 x 53 cm.
Lukisan lain yang banyak
dilihat adalah The Raft of the Medusa, karya Theodore Gericault, pelukis
Perancis, yang dibuat tahun 1818; dan lukisan Liberty Leading the People, karya
De la Croix, pelukis Perancis, pada tahun 1830. Kedua lukisan ini berukuran besar.
![]() |
Lukisan De la Croix |
Selain lukisan, karya
seni yang banyak dilihat adalah patung. Sedangkan karya seni yang lain tidak
banyak dilihat. Koleksi Museum Louvre semuanya ada lebih dari 380.000 buah,
yang diletakkan di 5 lantai, yaitu lantai dasar (ground level), 2 lantai ke atas,
dan 2 lantai ke bawah.
Setelah selesai dari
Museum Louvre, kami naik Metro (kereta bawah tanah) ke La Valle, sejauh sekitar
40 km. Tiket kereta adalah 2.15 euro per orang. Stasiun kereta di Louvre berada
di bawah Museum Louvre, dekat dengan pintu Carousel.
![]() |
La Valle Village |
La Valle Village adalah
pusat perbelanjaan yang menjual berbagai macam barang merek terkenal. Harga di
sini bisa jauh lebih murah dibanding harga di Paris atau pun di Jakarta.
Selisihnya bisa lebih dari 1 juta rupiah.
Dari La Valle Village,
kami naik bis ke Charleroi di Belgia, sejauh sekitar 300 km. Di Charleroi kami
menginap di Novotel Charleroi Center.
Hari ke-3
Hari ketiga, jam 09.00
kami meninggalkan Charleroi menuju Brussel di Belgia. Jarak Charleroi ke
Brussel sekitar 60 km, yang ditempuh dalam 1 jam. Lalu lintas cukup padat dan
macet memasuki kota Brussel. Cuaca cerah berawan dengan suhu 7 derajat celcius.
Di Brussel, kami
mengunjungi Grand Place, yang merupakan alun-alunnya kota Brussel. Grand Place
adalah tujuan utama turis ketika mengunjungi Brussel. Di sekitar Grand Place
banyak terdapat toko souvenir, toko coklat, dan restoran.
![]() |
Grand Place |
Di area sekitar Grand
Place ini terdapat beberapa patung. Salah satu patung yang terkenal adalah patung
Manneken Pis, yang berarti anak laki-laki yang sedang pipis. Manneken Pis
merupakan patung perunggu setinggi 55 cm. Meskipun kecil, Manneken Pis menjadi
ikon kota Brussel. Jalan di depan Manneken Pis selalu macet, karena antrian
pengunjung yang ingin berfoto di depan patung tersebut.
![]() |
Manneken Pis |
Patung Manneken Pis
sepanjang tahun berganti-ganti baju, sesuai dengan tema yang sedang diusung.
Pada saat kami mengunjungi, patung Manneken Pis sedang dipakaikan baju pemadam
kebakaran.
Patung lainnya adalah
patung seorang laki-laki dengan seekor anjing. Patung ini berada di tengah
taman di dekat Grand Place. Patung ini adalah patung walikota Brussel tahun
1881-1899.
![]() |
Patung Walikota Brussel |
Setelah mengunjungi
Brussel, kami menuju Amsterdam, ibu kota Belanda. Jarak Brussel ke Amsterdam
adalah 200 km, yang ditempuh dalam 3 jam. Kami sampai di Amsterdam jam 17.30.
Hari sudah gelap, karena maghrib di sini jam 17.00. Suhu dingin sekitar 2 derajat
celcius, cuaca gerimis.
![]() |
Di Amsterdam |
Tidak banyak yang bisa
kami lakukan dalam cuaca malam itu. Kami hanya berjalan di sepanjang Jalan
Damrak dan berakhir di toko buku Scheltema. Toko buku ini mempunyai 4 lantai,
dengan koleksi yang lengkap, yang ditata sangat menarik. Selanjutnya kami
menuju Hotel NH Schipol Airport untuk beristirahat.
Hari ke-4
Pada hari keempat, kami
mengeksplor objek wisata di Amsterdam dan sekitarnya, yaitu Rijk Museum,
Volendam, dan Zaanse Schans.
Rijk Museum adalah
museum nasional Belanda, yang didirikan pada tahun 1798. Rijk Museum terletak
di Amsterdam Selatan, berdekatan dengan Van Gogh Museum. Rijk Museum merupakan
museum yang paling banyak dikunjungi di Belanda, dengan pengunjung sekitar 2 juta
orang per tahun.
![]() |
Rijk Museum |
Rijk Museum mempunyai
koleksi sekitar 8000 karya seni. Karya seni yang menjadi ikon Rijk Museum
adalah lukisan Rembrandt yang berjudul Nightwatch, dibuat tahun 1642. Selain
itu terdapat juga lukisan karya Van Gogh.
Di museum ini terdapat
bagian khusus yang berisi karya seni yang terkait dengan Indonesia di masa
kolonial. Beberapa di antaranya yaitu
lukisan potret diri karya Raden Saleh dan lukisan penangkapan Diponegoro karya Nicolaas
Pieneman. Raden Saleh adalah pelukis Indonesia yang hidup tahun 1807-1880, yang
lukisannya setara dengan pelukis Eropa.
![]() |
Lukisan Penangkapan Diponegoro |
Setelah dari Rijk
Museum, kami menuju Volendam yang berjarak sekitar 30 menit dari Amsterdam.
Volendam adalah desa nelayan yang terletak di utara Amsterdam. Objek wisata
yang menarik di Volendam adalah pelabuhan nelayan, restoran seafood, dan
berfoto dengan pakaian tradisional Belanda. Di sini juga terdapat toko
suvenir, yang harganya lebih murah dibanding di Amsterdam.
![]() |
Foto Kostum di Volendam |
Dari Volendam, kami
melanjutkan ke Zaanse Schans untuk melihat kincir angin khas Belanda. Zaanse
Schans terletak di tepi kanal, yang berjarak sekitar 20 menit dari Volendam. Di
sini terdapat banyak kincir angin dan rumah-rumah kayu khas Belanda.
![]() |
Di Zaanse Schans |
Zaanse Schans adalah
acara terakhir hari ini, selanjutnya kami berpindah ke Bonn. Bonn adalah
ibukota Jerman Barat sebelum bergabung dengan Jerman Timur. Zaanse Schans ke
Bonn berjarak 278 km atau sekitar 3 jam perjalanan. Kami menginap semalam di
Hotel Leonardo, Bonn.
Hari ke-5
Pada hari kelima ini
kami mengeksplor kota Cologne (Bahasa Inggris) atau Koln (Bahasa Jerman).
Cologne adalah sebuah kota di Jerman, sekitar 30 menit dari Bonn, tempat
menginap kami kemarin. Di Indonesia, Kota Cologne dikenal karena produk
parfumnya, yaitu Colognette atau kolonyet.
Obyek wisata yang paling
terkenal di Cologne adalah Cologne Cathedral atau Kolner Dom dalam Bahasa
Jermannya. Pengunjung Cologne Cathedral secara rata-rata berjumlah 20 ribu
orang per harinya.
![]() |
Cologne Cathedral |
Cologne Cathedral adalah
gereja Katolik Roma. Katedral ini merupakan gereja berarsitektur gotik terbesar
di Eropa, yang memiliki menara kembar tertinggi kedua di dunia, dengan tinggi
157 meter.
![]() |
Di dalam Cologne Cathedral |
Cologne Cathedral
merupakan situs warisan dunia, yang mulai dibangun tahun 1248 dan baru selesai
tahun 1880. Cologne Cathedral sempat hancur pada masa Perang Dunia Kedua.
Perbaikan kerusakan akibat perang diselesaikan pada tahun 1956.
![]() |
Di Tepi Sungai Rhein |
Cologne Cathedral berada
tidak jauh dari Sungai Rhein, salah satu Sungai terpanjang di Eropa. Dari
Cologne Cathedral ke tepi Sungai Rhein berjarak sekitar 15 menit dengan
berjalan kaki. Di sepanjang tepian Sungai Rhein di Cologne dibuat jalur
pedestrian yang ditata rapi.
![]() |
Di dalam Cologne Central Mosque |
Selanjutnya kami menuju
ke Cologne Central Mosque, yang berjarak sekitar 3 km dari Cologne Cathedral.
Masjid ini adalah masjid terbesar di Jerman, yang dibuka tahun 2018. Masjid ini
dibangun oleh komunitas Turki di Jerman.
Setelah dari Cologne
Central Mosque, kami melanjutkan perjalanan ke kota Colmar di Perancis. Dari
Cologne ke Colmar berjarak 420 km atau sekitar 5 jam perjalanan dalam cuaca
hujan. Jam 20.30 kami sampai di Colmar dan menginap di Hotel Ibis Colmar Nord.
Hari ke-6
Pada hari keenam ini
kami mengeksplor keindahan desa-desa di lereng pegunungan Alpen di Swiss, yaitu
Grinderlwald dan Lauterbrunnen. Jarak dari Colmar, tempat menginap kami
kemarin, dengan Grindelwald adalah sekitar dua setengah jam.
![]() |
View di Perjalanan ke Grindelwald |
Cuaca hari ini cukup
cerah, setelah kemarin hujan terus sepanjang perjalanan dari Cologne sampai
Colmar. Dalam perjalanan dari Colmar ke Grindelwald, di setengah perjalanan
terakhir terlihat view pegunungan Alpen yang diselimuti salju di puncaknya.
![]() |
Di Grindelwald |
Grindelwald adalah
sebuah desa di dekat kota Bern, ibukota Swiss. Grindelwald dikelilingi oleh
rangkaian gunung di pegunungan Alpen, salah satunya yang terkenal adalah Gunung
Eiger, yang menjadi merek produk peralatan gunung di Indonesia. Grindelwald
berada pada ketinggian 1034 mdpl, yang menjadi tujuan wisata penting di Swiss
sejak tahun 1800-an.
![]() |
View di Perjalanan ke Lauterbrunnen |
Dari Grindelwald, kami
menuju desa Lauterbrunnen, dengan menaiki panoramic train sejauh 17 km yang
ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. View selama perjalanan dari Grindelwald ke
Lauterbrunnen sangat indah, melewati desa-desa di kaki pegunungan Alpen.
Lauterbrunen adalah
sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan Alpen, yang berada pada ketinggian
804 mdpl. Lauterbrunnen berarti air terjun, di mana banyak air terjun yang
mengitari sebuah lembah dengan gereja di tengahnya.
![]() |
Di Lauterbrunnen |
Setelah dari
Lauterbrunnen, kami menuju Zurich dengan bis. Jarak dari Lauterbrunnen ke
Zurich sekitar 2 jam perjalanan. Zurich adalah kota terbesar di Swiss. Di
Zurich, kami menginap di Hotel Ibis Zurich Messe Airport.
Hari ke-7
Pada hari ketujuh, kami
mengeksplor Lucerne dan Mount Titlis di Swiss. Jarak dari Zurich, tempat
menginap kami kemarin, ke Lucerne sekitar 60 km atau sekitar sejam perjalanan. Cuaca pagi ini cerah berawan.
Lucerne atau Luzern
adalah kota yang terletak di bagian tengah Swiss. Lucerne berada di tepi Danau
Luzern, yang dikitari oleh Pegunungan Alpen. Salah satu ciri khas kota ini
adalah Chapel Bridge.
![]() |
Di Lucerne dengan View Chappel Bridge |
Chapel Bridge adalah
jembatan kayu sepanjang sekitar 200 meter di atas Sungai Reuss di Tengah kota
Lucerne. Jembatan ini berada di dekat Kapel Santo Petrus. Jembatan ini dibangun
tahun 1333, dan direnovasi tahun 1993 karena terbakar. Di dalam jembatan ini
terdapat rangkaian lukisan dari abad ke 17, yang melukiskan tentang aktivitas
di Lucerne pada masa itu.
Dari Lucerne, kami
melanjutkan perjalanan ke Engelberg. Jarak dari Lucerne ke Engelberg sekitar 40
km, yang ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Engelberg adalah desa di kaki
Gunung Titlis, dengan ketinggian 1.013 mdpl.
![]() |
Di Engelberg |
Engelberg adalah lokasi
pendakian ke Mount Titlis dengan cable car atau kereta gantung. Kereta gantung
dari Engelberg ke puncak Mount Titlis mulai digunakan pada tahun 1967. Stasiun
kereta gantung di puncak Mount Titlis berada pada ketinggian 3028 mdpl.
![]() |
Cable Car dengan Bendera Indonesia |
Dari stasiun kereta
gantung di Engelberg sampai puncak Mount Titlis menggunakan dua tahap kereta
gantung. Tahap yang pertama kereta gantung berkapasitas 6 orang, dan tahap
kedua kereta gantung berkapasitas sekitar 30 orang. Total waktu menaiki kereta
gantung ini sekitar 45 menit.
Turun dari kereta
gantung, kita masuk ke dalam bangunan 5 lantai. Lantai pertama adalah jalur
akses. Lantai kedua, ketiga, dan keempat adalah restoran. Lantai keempat juga
sebagai akses keluar ke area terbuka menuju ke stasiun Ice Flyer dan jembatan
gantung.
![]() |
Di Puncak Mount Titlis |
Ice Flyer adalah kereta
gantung terbuka, yang berkapasitas 6 orang. Ice Flyer ini mengantar pengunjung
ke lokasi ski. Sekali putaran Ice Flyer hanya sekitar 10 menit. Stasiun Ice
Flyer berada sekitar 300 meter dari stasiun cable car di udara terbuka.
![]() |
Naik Ice Flyer |
Pada saat kami keluar
dari stasiun cable car, salju sedang turun dan angin cukup kencang. Sesampainya
di stasiun Ice Flyer kami langsung naik ke kereta gantungnya. Untung kami masih
diijinkan naik, dan setelah kami naik stasiunnya langsung ditutup karena cuaca
buruk.
Setelah dari Mount
Titlis, kami melanjutkan perjalanan ke Milan di Italia, yang ditempuh dalam
waktu sekitar 4 jam. Di Milan, kami menginap di IH Hotel Milano Watt 13.
Hari ke-8
Hari ke 8 adalah hari
terakhir tour kami ke Eropa. Cuaca hari terakhir ini gerimis sepanjang hari.
Sehingga rencana jalan-jalan ke Danau Como kami batalkan. Sebagai gantinya kami
jalan-jalan mengeksplor kota Milan.
Milan terletak di Italia
bagian utara. Milan adalah kota terbesar di Italia, dengan penduduk sekitar 10
juta jiwa. Salah satu yang terkenal di Milan adalah klub sepakbola AC Milan dan
Inter Milan.
Dari hotel, kami naik
kereta bawah tanah menuju pusat kota Milan. Ongkos naik kereta ini 2.2 euro per
orang. Tempat pertama yang kami tuju adalah Piazza del Duomo atau Plaza
Katedral, yaitu ruang terbuka di depan Katedral atau Duomo Milan.
![]() |
Milan Cathedral |
Selanjutnya kami masuk
ke dalam Katedral Milan. Katedral ini adalah gereja terbesar di Italia, yang
pembangunannya dimulai tahun 1386. Katedral ini sangat megah dengan relief yang
detail dan indah. Tiket masuk ke dalam katedral ini adalah 14 euro per orang.
![]() |
Di dalam Milan Cathedral |
Dari katedral, kami ke
Palazzo Reale di Milano, sebuah bangunan kuno di samping Katedral Milan.
Bangunan ini digunakan sebagai museum. Kami masuk ke dalam pameran lukisan
Edvard Munch, dengan tiket masuk 15 euro per orang.
![]() |
Palazzo Reale |
Edvard Munch adalah
pelukis asal Norwegia yang hidup tahun 1863 – 1944. Lukisannya yang paling
terkenal berjudul Scream atau Jeritan. Lukisan Scream ini menjadi salah satu
ikon di HP, yang menggambarkan takut atau cemas.
![]() |
Karya Munch yang terkenal berjudul Scream |
Setelah selesai melihat
pameran lukisan, kami kembali ke hotel. Agenda kami selanjutnya adalah mengemas
barang ke dalam koper dan bersiap untuk kepulangan ke tanah air besok siang.
Perjalanan Pulang
Senin 9 Desember 2024
adalah hari terakhir kami di Eropa. Jam 10 pagi kami meninggalkan hotel menuju
ke bandara Malpensa. Jam 11 kami sampai bandara. Hal pertama yang kami lakukan
adalah mengecek timbangan koper. Jatah dari maskapai Qatar Air adalah 25 kg per
orang, kelebihan berat akan dikenakan 40 euro per kg.
Setelah itu kami masuk
ke antrian check in. Selesai check in, kami antri scan barang bawaan ke kabin.
Dari sini kemudian kami masuk ke area pertokoan. Bagi yang membeli
barang-barang bebas pajak selama di Eropa, dapat mengurus pengembalian pajaknya
di area ini. Di ujung pertokoan, kami antri lagi untuk urusan imigrasi. Setelah
lolos di imigrasi, kami masuk ke Gate untuk menunggu penerbangan.
![]() |
Di Bandara Hamad, Doha |
Jam 14 kami mulai
boarding. Pesawat take off jam 15.10 waktu Milan. Durasi penerbangan dari Milan ke Doha
adalah 5 jam 40 menit. Tiba di Doha jam 22.50 waktu Doha. Di sini kami transit
selama 3 jam 50 menit. Bandara Hamad Doha ini sangat luas area pertokoannya,
tetapi ruang tunggu penumpangnya tidak nyaman.
Selasa 10 Desember 2024 jam 02.40 pagi pesawat kami mulai terbang dari Doha menuju Jakarta. Durasi penerbangan ini selama 8 jam 30 menit. Jam 15.10 waktu Jakarta kami mendarat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung. Jam 22.00 kami sampai kembali di rumah dengan selamat. Alhamdulillah.
Komentar
Posting Komentar